Kecantikan Gunung Bromo

Minggu, 20 Oktober 2013

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya, kaya akan pemandangan yang indah, kaya akan daerah wisata yang selalu dicari wisatawan asing. salah satunya adalah

GUNUNG BROMO

Jangan katakan sudah pernah ke Jawa Timur bila belum menapakkan kaki di gunung api yang indah ini. Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki keunikan dengan pasir laut seluas 5.250 hektar di ketinggian 2392 m dpl. Kita dapat berkuda dan mendaki Gunung Bromo melalui tangga dan melihat Matahari terbit. Lihatlah bagaimana pesona Matahari yang menawan saat terbit dan terbenamnya akan menjadi  pengalaman pribadi yang mendalam saat melihatnya secara langsung.
Keindahan Gunung Bromo sudah di kenal di seantero Dunia, Panorama yang indah ditambah keramahan penduduk asli membuat Bromo Menjadi Tujuan Wisata Favorit banyak orang.



Gunung Bromo berasal dari kata Brahma (salah seorang Dewa agama Hindu). Bromo merupakan gunung api yang masih aktif dan terkenal sebagai icon wisata Jawa Timur. Gunung ini tidak sebesar gunung api lainnya di Indonesia tetapi memiliki pemandangannya yang spektakuler dan dramatis. Keindahannya yang luar biasa membuat wisatawan yang mengunjunginya akan berdecak kagum.
Dari puncak Gunung Penanjakan di ketinggian 2.770 m, wisatawan dari seluruh dunia datang untuk melihat sunrise Gunung Bromo. Pemandangannya sungguh menakjubkan dan yang akan Kita dengar hanya suara jepretan kamera wisatawan saat menangkap momen yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Saat sunrise sangat luar biasa dimana Kita akan melihat latar depan Gunung Semeru yang mengeluarkan asap dari kejauhan dan matahari bersinar terang naik ke langit. Menyaksikan matahari terbit yang spektakuler dari Gunung Bromo merupakan puncak dari wisata di Bromo.

Gunung Bromo dihuni oleh masyarakat suku Tengger yang meyakini bahwa Gunung Bromo merupakan tempat dimana seorang pangeran mengorbankan hidup untuk keluarganya.
Datanglah pada bulan Kasada (biasanya bulan September-November) dan saksikan festival Kasada/kasodo tahunan dimana suku Tengger datang ke Bromo melemparkan sesajen yang terdiri dari sayuran, ayam, dan uang ke dalam kawah gunung berapi.

Kasada
Pemimpin Umat Hindu Tengger dalam Upacara Kasodo

Pelemparan Sesajen berupa Hewan Ternak

Berkuda di atas lautan pasir yang hanya dimiliki taman nasional ini merupakan pengalaman tak berbanding. Lautan pasir ini begitu luas dan dengan ketinggian 2.392 meter, keunikan alam ini hanya ada di Indonesia. Lautan pasir ini terlihat mengagumkan saat matahari menyapukan sinarnya yang kejinggaan di pagi hari, terlihat jelas dari Cemorolawang, salah satu pintu masuk kawasan taman nasional ini.
Para pendaki Gunung Semeru, selalunya melakukan detour ke beberapa danau dingin yang selalu berkabut, yaitu Ranu Pani, Ranu Regulo, dan Ranu Kumbolo. Hal ini merupakan sebuah pengalihan fokus perjalanan yang mengesankan.



Ranu Pane

Suhu udara di Gunung Bromo berkisar antara 3°-20° celcius, namun dapat berada beberapa derajat di bawah nol selama musim kemarau. Jika Anda tidak kuat dengan udara dingin, sebaiknya Anda membawa jaket, sarung tangan, dan topi atau penutup kepala lainnya. Setelah matahari terbit cuacanya dengan cepat menjadi cukup panas di sini.
Jangan lupa membawa kamera atau handycam agar dapat menangkap momen keindahan alam yang menakjubkan ini.

Dari Penanjakan ke Lautan Pasir, rute sangat curam, sehingga kendaraan roda empat biasa tidak disarankan. Berkuda, jalan kaki, atau menyewa kendaraan  4X4 dari pemandu wisata dapat menjadi alternatif. 

Untuk sampai ke Gunung Bromo, Kita dapat terbang dari bandara internasional Juanda Surabaya. Sriwijaya Air terbang dua kali sehari dari Jakarta ke Malang.
Dari sana, Kita dapat melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo dengan memesan travel agent atau mengendarai mobil dengan rute Surabaya-Pasuruan-Wonokitri-Gunung Bromo.
Perjalanaan ini menghabiskan waktu 2 sampai 3 jam. Terdapat tiga pintu masuk lain selain jalur di atas, yaitu Desa Cemorolawang bila Anda melalui jalur lewat Probolinggo, Desa Ngadas bila Anda melalui jalur lewat Malang, dan Desa Burno bila lewat jalur dari Lumajang. Kesemua jalur ini dapat ditempuh dengan nyaman di atas kendaraan roda empat.
Agar sampai tepat waktu untuk melihat sunrise, sebaiknya berangkat dengan sedikit perhitungan waktu, atau dapat menginap di salah satu hotel di Prigen, Tretes untuk memastikan berada di lereng kawah sebelum sunrise.

Saat di Bromo, bila tidak menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan 4X4 selalunya tersedia untuk membawa Anda dengan penyewaan yang cukup lumrah untuk mendapatkan pengalaman lain seperti ini. Memang agak mahal bila pergi dan menanggung semua biayanya sendiri. Saat berkelompok, beban biaya akan semakin ringan.

Menikmati hamparan lautan pasir luasmenyaksikan kemegahan Gunung Semeru yang menjulang menggapai langit, serta menatap indahnya Matahari beranjak keluar dari peraduannya atau sebaliknya menikmati temaram senja dari punggung bukit Bromo adalah pengalaman yang takan terlupakan saat menyambangi Bromo.


Wonderful Derawan

Indonesia memiliki ribuan tempat yang indah dan patut untuk di jelajah, salah satunya yang akan dibahas disini adalah

KEPULAUAN DERAWAN



Derawan adalah surga tropis yang sempurna. Sinar Matahari yang hangat berpadu dengan pemandangan pantai pasir putih nan halus, pohon kelapa yang melambai, paduan warna laut dan lumut yang memukau menghasilkan gradasi warna biru dan hijau, serta hutan kecil di tengahnya, membuat pulau ini menyajikan pemandangan alam begitu indah yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Yang tersisa, kenangan mendalam. 

Kehidupan bawah laut di sini luar biasa, Kita bisa temukan kura-kura raksasa, lumba-lumba, ikan pari, duyung, barakuda, serta ubur-ubur stingless, Ikan Hiu.
Derawan merupakan salah satu keragaman hayati yang berharga. Dengan kekayaan bawah lautnya maka tidak mengherankan apabila kemudian Derawan dikenal sebagai salah satu tujuan wisata menyelam terbaik di dunia.
Pagi Hari di Derawan
Sebuah nirwana tropis berada di salah satu pulau wilayah Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Berau dan di Selat Sulawesi, tak jauh dari perbatasan Malaysia. Seluruh wilayah konservasi laut ini luasnya tidak kurang dari 1,27 juta hektar. 
Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau dan yang paling terkenal di antaranya adalah Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Di sini bersarang kura-kura hijau langka dan juga penyu sisik. Kita juga dapat menyaksikan setiap hari penyu bertelur di pasir atau berenang ke laut bersama kura-kura.
di Kepulauan Derawan dapat menemukan setidaknya 460 jenis karang dan ini terbanyak kedua setelah Raja Ampat di Papua Barat. Di Derawan setidaknya ditemukan lebih dari 870 jenis ikan mulai dari kuda laut kerdil hingga pari manta raksasa. Dalam beberapa hari, sekelompok pari manta ini dalam jumlah banyak hingga 50 ekor dapat Kita lihat sedang makan bersama di perairan Derawan.

Di Kakaban, Kita dapat menemukan danau ubur-ubur terbesar dan paling beragam di dunia, termasuk empat spesies unik ubur-ubur stingless  yang dapat berenang terbalik. Inilah alasanya mengapa Kakaban dipertimbangkan menjadi nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kepulauan Derawan memiliki sejumlah spesies unik dan dilindungi, di antaranya adalah kepiting kelapa, ikan paus, lumba-lumba, dan duyung. Kepiting kelapa ditemukan di dekat Pulau Kakaban dan Maratua, sementara paus dan lumba-lumba di bulan-bulan tertentu dapat di lihat di sekitar Semama, Sangalaki, Kakaban dan Maratua. Duyung berenang di sekitar Pulau Panjang dan Semama, sementara pari manta ditemukan di sekitar Sangalaki. Kuda laut kerdil ada di sekitar Semama dan Derawan. Spesies yang dilindungi lainnya adalah ikan barakuda. Total ada 28 titk penyelaman yang ada di sini. Penyelam butuh setidaknya 10 hari untuk menjelajah semua tempat itu.

Dr. Carden Wallace dari Museum Tropis Queensland, Australia pernah meneliti kekayaan laut Pulau Derawan dan menjumpai lebih dari 50 jenis Arcropora (hewan laut) dalam satu terumbu karang. Tak salah kiranya jika Pulau Derawan terkenal sebagai urutan ketiga teratas di dunia sebagai tempat tujuan menyelam bertaraf internasional

Pulau ini memang relatif kurang begitu dikenal khususnya di dalam negeri karena untuk mencapainya butuh perjuangan tersendiri yang cukup berliku. Kita mesti menuju ke Balikpapan dulu, untuk menuju pulau ini. Kurang lebih dua jam waktu tempuh penerbangan dari Jakarta ke Balikpapan dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta atau Denpasar. Setelah itu kita dapat mengambil penerbangan penghubung dengan Garuda Indonesia, Kalstar, Deraya atau DAS ke Tanjung Redep di Berau. Dari sana berikutnya kapal akan mengatarkan ke Kepulauan Derawan



 

Derawan juga tersedia banyak bungalow seperti rumah bergaya kalimantan dan menghadap pemandangan laut yang indah. Selain itu, kita juga bisa menyewa kapal yang didesain untuk tempat tinggal, jika ingin melakukan perjalanan jarak jauh. biasanya pilihan ini dapat dijadikan alternatif.


Tidak ada cara lebih baik untuk mendapatkan keindahan bahari Derawan kecuali dengan mencelupkan diri ke bawah lautnya, baik itu dengan menyelam ataupun sekadar snorkeling. Melengkapi istirahatnya Kita bisa menikmati hamparan pasir di Gosong yang letaknya hanya 5 menit dari Pulau Derawan.